Thursday, March 28, 2013

Sejarah Jumat Agung

Jumat Agung adalah Hari Jumat sebelum Minggu Paskah, hari peringatan Penyaliban Yesus Kristus dan wafatNya di Golgota.

Hari kematian itu sendiri tidak dicatat jelas di Alkitab. Ada yang menduga jatuh pada hari Rabu, tetapi lebih banyak yang menempatkan pada hari Jumat. Berdasarkan rincian kitab suci mengenai Pengadilan Sanhedrin atas Yesus, dan analisis ilmiah, peristiwa penyaliban Yesus sangat mungkin terjadi pada hari Jumat, namun tanggal terjadinya tidak diketahui dengan pasti, dan akhir-akhir ini diperkirakan terjadi pada tahun 33 Masehi, oleh dua kelompok ilmuwan, dan sebelumnya diperkirakan terjadi pada tahun 34 Masehi oleh Isaac Newton via perhitungan selisih-selisih antara kalender Yahudi dan kalender Julian dan besarnya bulan sabit


Perhitungan Tanggal Jumat Agung

Jumat Agung adalah Hari Jumat sebelum Paskah, yang perhitungan tanggalnya berbeda antara Gereja Timur dan Gereja Barat (lihat Computus untuk penjelasan lebih rinci). Paskah jatuh pada hari Minggu pertama sesudah Bulan Purnama Paskah, bulan purnama pada atau sesudah 21 Maret, yang dijadikan tanggal dari vernal equinox. Perhitungan Barat menggunakan Kalender Gregorian, sedangkan perhitungan Timur menggunakan Kalender Julian, di mana tanggal 21 Maret-nya kini bertepatan dengan tanggal 3 April menurut kalender Gregorian. Perhitungan-perhitungan untuk menentukan tanggal bulan purnama tersebut juga berbeda. Lihat Metode Penentuan Tanggal Paskah (Astronomical Society of South Australia).

Karena Paskah di Gereja Barat dapat jatuh pada salah satu tanggal mulai tanggal 22 Maret sampai 25 April menurut kalender Gregorian, maka Jumat Agung dapat jatuh antara tanggal 19 Maret sampai 22 April. Dalam Gereja Timur, Paskah dapat jatuh antara 22 Maret sampai 25 April menurut kalender Julian (antara 4 April dan 8 Mei menurut kalender Gregorian, untuk periode 1900 dan 2099), jadi Jumat Agung dapat jatuh antara 19 Maret dan 22 April (atau antara 1 April dan 5 Mei menurut kalender Gregorian).

Saturday, March 9, 2013

Golongan Darah dan Kepribadian Manusia

Golongan darah adalah pengklasifikasian darah dari suatu individu berdasarkan ada atau tidak adanya zat antigen warisan pada permukaan membran sel darah merah. Hal ini disebapkan karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah tersebut. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian.

Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut:

Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif.

Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif

Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.

Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif.

Secara umum, golongan darah O adalah yang paling umum dijumpai di dunia, meskipun di beberapa negara seperti Swedia dan Norwegia, golongan darah A lebih dominan. Antigen A lebih umum dijumpai dibanding antigen B. Karena golongan darah AB memerlukan keberadaan dua antigen, A dan B, golongan darah ini adalah jenis yang paling jarang dijumpai di dunia.

Posisi jika di tempatkan dalam suatu ruangan :


SECARA UMUM

Tipe A :
Orang yang memiliki karakter kuat dan selalu tenang dalam kondisi panik sekalipun. Orang ini biasanya pemalu dan terkadang suka mengasingkan diri. Sangat sopan dan bertanggung jawab. Menjunjung tinggi sisi perfeksionis dalam pekerjaan mereka. Merupakan tipe yang paling artistik, karena kesensitifan mereka.
Orang dengan golongan darah A juga cenderung dianggap klasik “tipe” A mudah stres.

Tipe B :
Karakter orang ini paling praktis dan terkesan menyepelekan keadaan. Biasanya menjadi spesialis di bidang pekerjaannya, namun cenderung kurang kooperatif. Mereka biasanya tidak suka dengan peraturan yang mengikat dan bergerak sesuai keinginannya.
Orang dengan darah tipe B sering dianggap lebih santai dan kelemahan sekaligus kelebihannya ialah berbicara terang-terangan apa adanya tanpa memikirkan perasaan orang lain.

Tipe AB :
Karakter orang ini mudah berubah-ubah tergantung mood, namun juga terkadang sulit dikategorikan. Misalnya, dari sifat pemalu bisa langsung berubah menjadi sebaliknya. Di sisi lain orang tipe ini bertanggung jawab dan mudah dipercaya, serta cukup sosialis untuk membantu sesamanya asalkan kondisinya memungkinkan.
AB dianggap sebagai tipe darah terburuk di Jepang. Mereka ingin mengekspresikan kondisi mereka sendiri dan memiliki sifat untuk lari dari persoalan. Mereka hengkang dari pekerjaan ketika terdapat hal-hal tidak memenuhi harapan mereka. Untuk sementara, beberapa perusahaan mencoba membagi karyawan mereka ke dalam kelompok kerja berdasarkan golongan darah, dan tak seorang pun ingin bekerja dengan kelompok AB.

Tipe O :
Memiliki karakter yang terbuka, energik dan sosial. Mereka paling fleksibel dibandingkan tipe lain. Orang tipe ini suka menjadi pusat perhatian. Mengatakan apa yang ada dalam pikirannya secara jujur. Selain itu, orang-orang bergolongan darah O ini memiliki rasa percaya diri yang sungguh kuat.



Puisi Kemerdekaan Indonesia 2012

"Pahlawan Untuk Indonesiaku"
oleh: Andi Nur Muhammad Ichsan

demi negeri
kau korbankan waktumu
demi bangsa
rela kau taruhkan nyawamu
maut menghadang didepan
kau bilang itu hiburan

nampak raut wajahmu
tak segelintir rasa takut
semangat membara dijiwamu
taklukkan mereka penghalang negeri

hari-harimu diwarnai
pembunuhan, pembantaian
dihiasi bunga-bunga api
mengalir sungai darah disekitarmu
bahkan tak jarang mata air darah itu
muncul dari tubuhmu
namun tak dapat
runtuhkan tebing semangat juangmu

bambu runcing yang setia menemanimu
kaki telanjang tak beralas
pakain dengan seribu wangi
basah dibadan kering dibadan
kini menghantarkan indonesia
kedalam istana kemerdekaan

Contoh Brosur Sekolah

Dibawah ini adalah contoh brosur sekolah sebagai bahan inspirasi.

Thanks.


Speech: ENVIRONMENT IS OUR RESPONSIBILITY

Syaloom,
Thanks for the opportunity that’s given to me. First of all as the human being, we must praise to the Lord because of him, we can gather together in this place to meet each other. In this time, permit me to bring my speech with the title:
“ENVIRONMENT IS OUR RESPONSIBILITY”
Ladies and Gentleman,
Environment is everything around the living creature. Environment itself has a very important meaning for life of the living creature. But unfortunately, the environment was crying right now because of us. Some environmental problems that we must find the answer is a water crisis, energy shortages, climate change, air pollution, and many more.
That is caused by us. Because of human irresponsibility and ignoring the environment, indirectly has led to many kinds of negative effect like natural disasters which claimed of life and property that precious. Will we allow this environment damaged? There’s no time to wait and find who is wrong and who should be responsible.
Ladies and Gentleman,
The future of the environment is a responsibility of us. So, there is no reason for us to turn away and not do something. Not because we still feel young so we just keep quiet and just stand by. There are many little things we can do to preserve our environment such as throwing garbage in its place, planting trees in the yard, and many more.
Let us act. Because if not us, who else? Remember, the future of the environment is in our hands. We should be friendly to the environment so that the environment can be friendly with us. Do it now! More faster, more better…
Thank You.


Andrew Pangemanan
SMA Kristen 1 Tomohon

Kisah Mengharukan Pelaku Pemerkosaan

Kejadian ini memang sudah lama terjadi, tapi tidak ada salahnya saya berbagi kepada para pembaca semua siapa tahu ada pelajaran berharga yang bisa kita petik dari kisah ini. Di suatu Koran Itali, munculah berita pencarian orang yang istimewa 17 Mei 1992 di parkiran mobil ke 5 Wayeli (nama sebuah kota di Italia, nggak tau bener apa enggak nulisnya) seorang wanita kulit putih diperkosa oleh seorang kulit hitam. Tak lama kemudian, sang wanita melahirkan seorang bayi perempuan berkulit hitam. Ia dan suaminya tiba-tiba saja menanggung tanggung jawab untuk memelihara anak ini. Sayangnya, sang bayi kini menderita leukemia (kanker darah), dan ia memerlukan transfer sumsum tulang belakang segera.

Ayah kandungnya merupakan satu-satunya penyambung harapan hidupnya. Berharap agar pelaku pada waktu itu saat melihat berita ini, bersedia menghubungi Dr. Adely di RS Elisabeth. Berita pencarian orang ini membuat seluruh masyarakat gempar. Setiap orang membicarakannya. Masalahnya adalah apakah orang hitam ini berani muncul. Padahal jelas ia akan menghadapi kesulitan besar, Jika ia berani muncul, ia akan menghadapi masalah hukum, dan ada kemungkinan merusak kehidupan rumah tangganya sendiri. Jika ia tetap bersikeras untuk diam, ia sekali lagi membuat dosa yang tak terampuni. Kisah ini akan berakhir bagaimanakah? Seorang anak perempuan yang menderita leukimia ternyata menyimpan suatu kisah yang memalukan di suatu perkampungan Itali. Martha, 35 tahun, adalah wanita yang menjadi pembicaraan semua orang.
Ia dan suaminya Peterson adalah warga kulit putih, tetapi diantara kedua anaknya, ternyata terdapat satu yang berkulit hitam. Hal ini menarik perhatian setiap orang di sekitar mereka untuk bertanya, Martha hanya tersenyum kecil berkata pada mereka bahwa nenek berkulit hitam, dan kakeknya berkulit putih, maka anaknya Monika mendapat kemungkinan seperti ini. Musim gugur 2002, Monika yang berkulit hitam terus menerus mengalami demam tinggi. Terakhir, Dr. Adely memvonis Monika menderita leukimia. Harapan satu-satunya hanyalah mencari pedonor sumsum tulang belakang yang paling cocok untuknya. Dokter menjelaskan lebih lanjut. Diantara mereka yang ada hubungan darah dengan Monika merupakan cara yang paling mudah untuk menemukan pedonor tercocok. Harap seluruh anggota keluarga kalian berkumpul untuk menjalani pemeriksaan sumsum tulang belakang.

Bicara sampai sini, Peterson telah dibanjiri air mata, Ia melanjutkan kembali . Tak lama kemudian Martha mendapati dirinya hamil. Kami merasa sangat ketakutan, kuatir bila anak yang dikandungnya merupakan milik orang hitam tersebut. Martha berencana untuk menggugurkannya, tapi aku masih mengharapkan keberuntungan, mungkin anak yang dikandungnya adalah bayi kami.Begitulah, kami ketakutan menunggu beberapa bulan. Maret 1993, Martha melahirkan bayi perempuan, dan ia berkulit hitam. Kami begitu putus asa, pernah terpikir untuk mengirim sang anak ke panti asuhan. Tapi mendengar suara tangisnya, kami sungguh tak tega. Terlebih lagi bagaimanapun Martha telah mengandungnya, ia juga merupakan sebuah nyawa. pada akhirnya kami memutuskan untuk memeliharanya, dan memberinya nama Monika.
Martha berkata : “Demi anak, aku bersedia berlapang dada memaafkannya. Bila ia bersedia muncul menyelamatkannya. Aku tak akan memperkarakannya. Dr. Adely merasa terkejut akan kedalaman cinta sang ibu.

Martha dan Peterson mempertimbangkannya baik-baik, sebelum akhirnya memutuskan memuat berita pencarian ini di koran dengan menggunakan nama samaran.

November 2002, di koran Wayeli termuat berita pencarian ini, seperti yang digambarkan sebelumnya. Berita ini memohon sang pelaku pemerkosaan waktu itu berani muncul, demi untuk menolong sebuah nyawa seorang anak perempuan penderita leukimia! Begitu berita ini keluar, tanggapan masyarakat begitu menggemparkan. Kotak surat dan telepon Dr. Adely bagaikan meledak saja, kebanjiran surat masuk dan telepon, orang-orang terus bertanya siapakah wanita ini Mereka ingin bertemu dengannya, berharap dapat memberikan bantuan padanya. Tetapi Martha menolak semua perhatian mereka, ia tak ingin mengungkapkan identitas sebenarnya, lebih tak ingin lagi identitas Monika sebagai anak hasil pemerkosaan terungkap.

Seluruh media penuh dengan diskusi tentang bagaimana cerita ini berakhir. (suratkabar Roma) Komentar dengan topik : Orang hitam itu akan munculkah? Jika orang hitam ini berani muncul, akan bagaimanakah masyarakat kita sekarang menilainya Akankah menggunakan hukum yang berlaku untuk menghakiminya Haruskah ia menerima hukuman dan cacian untuk masa lalunya, ataukah ia harus menerima pujian karena keberaniannya hari ini?

Saat itu berita pencarian juga muncul di Napulese, memporakporandakan perasaan seorang pengelola toko minuman keras berusia 30 tahun. Ia seorang kulit hitam, bernama Ajili. 17 Mei 1992 waktu itu, ia memiliki lembaran tergelam merupakan mimpi terburuknya di malam berhujan itu. Ia adalah sang peran utama dalam kisah ini. Tak seorangpun menyangka, Ajili yang sangat kaya raya itu, pernah bekerja sebagai pencuci piring panggilan.

Dikarenakan orang tuanya telah meninggal sejak ia masih muda, ia yang tak pernah mengenyam dunia pendidikan terpaksa bekerja sejak dini. Ia yang begitu pandai dan cekatan, berharap dirinya sendiri bekerja dengan giat demi mendapatkan sedikit uang dan penghargaan dari orang lain. Tapi sialnya, bosnya merupakan seorang rasialis, yang selalu mendiskriminasikannya. Tak peduli segiat apapun dirinya, selalu memukul dan memakinya. 17 Mei 1992, merupakan ulang tahunnya ke 20, ia berencana untuk pulang kerja lebih awal merayakan hari ulang tahunnya. Siapa menyangka, ditengah kesibukan ia memecahkan sebuah piring. Sang bos menahan kepalanya, memaksanya untuk menelan pecahan piring. Ajili begitu marah dan memukul sang bos, lalu berlari keluar meninggalkan restoran. Ditengah kemarahannya ia bertekad untuk membalas dendam pada si kulit putih. Malam berhujan lebat, tiada seorangpun lewat, dan di parkiran ia bertemu Martha. Untuk membalaskan dendamnya akibat pendiskriminasian, ia pun memperkosa sang wanita yang tak berdosa ini.

Tapi selesai melakukannya, Ajili mulai panik dan ketakutan. Malam itu juga Ia menggunakan uang ulang tahunnya untuk membeli tiket KA menuju Napulese, meninggalkan kota ini.Di Napulese, ia bertemu keberuntungannya. Ajili mendapatkan pekerjaan dengan lancar di restoran milik orang Amerika. Kedua pasangan Amerika ini sangatlah mengagumi kemampuannya, dan menikahkannya dengan anak perempuan merka, Lina, dan pada akhirnya juga mempercayainya untuk mengelola toko mereka. Beberapa tahun ini, ia yang begitu tangkas, tak hanya memajukan bisnis toko minuman keras ini, ia juga memiliki 3 anak yang lucu.

Dimata pekerja lainnya dan seluruh anggota keluarga, Ajili merupakan bos yang baik, suami yang baik, ayah yang baik. Tapi hati nuraninya tetap membuatnya tak melupakan dosa yang pernah diperbuatnya.

Ia selalu memohon ampun pada Tuhan dan berharap Tuhan melindungi wanita yang pernah diperkosanya, berharap ia selalu hidup damai dan tentram. Tapi ia menyimpan rahasianya rapat-rapat, tak memberitahu seorangpun. Pagi hari itu, Ajili berkali-kali membolak-balik koran, ia terus mempertimbangkan kemungkinan dirinyalah pelaku yang dimaksud. Sedikitpun ia tak pernah membayangkan bahwa wanita malangitu mengandung anaknya, bahkan menanggung tanggung jawab untuk memelihara dan menjaga anak yang awalnya bukanlah miliknya.

Hari itu, Ajili beberapa kali mencoba menghubungi Telepon Dr. Adely. Tapi setiap kali, belum sempat menekan habis tombol telepon, iatelah menutupnya kembali. Hatinya terus bertentangan, bila ia bersedia mengakui semuanya, setiap orang kelak akan mengetahui sisi terburuknya ini, anak-anaknya tak akan lagi mencintainya, ia akan kehilangan keluarganya yang bahagia dan istrinya yang cantik. Juga akan kehilangan penghormatan masyarakat disekitarnya. Semua yang ia dapatkan dengan ditukar kerja kerasnya bertahun-tahun. Malam itu, saat makan bersama, seluruh keluarga mendiskusikan kasus Martha.Sang istri, Lina berkata : “Aku sangat mengagumi Martha. Bila aku diposisinya, aku tak akan memiliki keberanian untuk memelihara anak hasil perkosaan hingga dewasa. Aku lebih mengagumi lagi suami Martha, ia sungguh pria yang patut dihormati, tak disangka ia dapat menerima anak yang demikian”. Ajili termenung mendengarkan pendapat istrinya, dan tiba-tiba mengajukan pertanyaan: Kalau begitu, bagaimana kau memandang pelaku pemerkosaan itu? Sedikitpun aku tak akan memaafkannya!!!

Sampai sini, Ajili pun tiba-tiba menangis. Sang anak terkejut dibuatnya, dan buru-buru berkata padanya untuk menenangkan ayahnya : “Baiklah, kumaafkan. Guru TK ku bilang, anak yang baik adalah anak yang mau memperbaiki kesalahannya. Malam itu, Ajili tak dapat terlelap, merasa dirinya bagaikan terbakar dalam neraka. Dimatanya selalu terbayang kejadian malam berhujan deras itu, dan bayangan sang wanita. Ia sepertinya dapat mendengarkan jerit tangis wanita itu.Tak henti-hentinya ia bertanya pada dirinya sendiri : “Aku ini sebenarnya orang baik, atau orang jahat?” Mendengar bunyi napas istrinya yang teratur, ia pun kehilangan seluruh keberaniannya untuk berdiri. Hari kedua, ia hampir tak tahan lagi rasanya. Istrinya mulai merasakan adanya ketidakberesan pada dirinya, memberikan perhatian padanya dengan menanyakan apakah ada masalah Dan ia mencari alasan tak enak badan untuk meloloskan dirinya. Pagi hari di jam kerja, sang karyawan menyapanya ramah : “Selamat pagi, manager!” Mendengar itu, wajahnya tiba-tiba menjadi pucat pasi, dalam hati dipenuhi perasaan tak menentu dan rasa malu. Ia merasa dirinya hampir menjadi gila saja rasanya.

Setelah berhari-hari memeriksa hati nuraninya, Ajili tak dapat lagi terus diam saja, iapun menelepon Dr. Adely. Ia berusaha sekuat tenaga menjaga suaranya supaya tetap tenang : “Aku ingin mengetahui keadaan anak malang itu. Dr. Adely memberitahunya, keadaan sang anak sangat parah. Dr. Adely menambahkan kalimat terakhirnya berkata :”Entah apa ia dapat menunggu hari kemunculan ayah kandungnya. Kalimat terakhir ini menyentuh hati Ajili yang paling dalam, suatu perasaan hangat sebagai sang ayah mengalir keluar, bagaimanapun anak itu juga merupakan darah dagingnya sendiri! Ia pun membulatkan tekad untuk menolong Monika. Ia telah melakukan kesalahan sekali, tak boleh kembali membiarkan dirinya meneruskan kesalahan ini. Malam hari itu juga, ia pun mengobarkan keberaniannya sendiri untuk memberitahu sang istri tentang segala rahasianya. Terakhir ia berkata : “Sangatlah mungkin bahwa aku adalah ayah Monika Aku harus menyelamatkannya Lina sangat terkejut, marah dan terluka, mendengar semuanya, ia berteriak marah :”Kau PEMBOHONG!”

3 Februari 2003, suami istri Ajili, menghubungi Dr. Adely.8 Februari, pasangan tersebut tiba di RS Elisabeth, demi untuk pemeriksaan DNA Ajili. Hasilnya Ajili benar-benar adalah ayah Monika. Ketika Martha mengetahui bahwa orang hitam pemerkosanya itu pada akhirnya berani memunculkan dirinya, ia pun tak dapat menahan air matanya. Sepuluh tahun ini ia terus memendam dendam kesumat terhadap Ajili, namun saat ini ia hanya dipenuhi perasaan terharu. Segalanya berlangsung dalam keheningan. Demi untuk melindungi pasangan Ajili dan pasangan Martha, pihak RS tidak mengungkapkan dengan jelas identitas mereka semua pada media, dan juga tak bersedia mengungkapkan keadaan sebenarnya, mereka hanya memberitahu media bahwa ayah kandung Monika telah ditemukan.Berita ini mengejutkan seluruh pemerhati berita ini. Mereka terus-menerus menelepon, menulis suratpada Dr. Adely, memohon untuk dapat menyampaikan kemarahan mereka pada orang hitam ini, sekaligus penghormatan mereka padanya. Mereka berpendapat : “Barangkali ia pernah melakukan tindak pidana, namun saat ini ia seorang pahlawan!” 10 Februari, kedua pasangan Martha dan suami memohon untuk dapat bertemu muka langsung dengan Ajili. Awalnya Ajili tak berani untuk menemui mereka, namun pada permohonan ketiga Martha, iapun menyetujui hal ini. 18 Februari, dalam ruang tertutup dan dirahasiakan di RS, Martha bertemu langsung dengan Ajili.

19 Februari, dokter melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang Ajili. Untungnya, sumsum tulang belakangnya sangat cocok bagi Monika Sang dokter berkata dengan antusias : “Ini suatu keajaiban!”
22 Februari 2003, sekian lama harapan masyarakat luas akhirnya terkabulkan. Monika menerima sumsum tulang belakang Ajili, dan pada akhirnya Monika telah melewati masa kritis. Satu minggu kemudian, Monika boleh keluar RS dengan sehat walafiat. Martha dan suami memaafkan Ajili sepenuhnya, dan secara khusus mengundang Ajili dan Dr. Adely datang kerumah mereka untuk merayakannya. Tapi hari itu Ajili tidak hadir, ia memohon Dr. Adely membawa suratnya bagi mereka.
Dalam suratnya ia menyatakan penyesalan dan rasa malunya berkata :”Aku tak ingin kembali mengganggu kehidupan tenang kalian. Aku berharap Monika berbahagia selalu hidup dan tumbuh dewasa bersama kalian. Bila kalian menghadapi kesulitan bagaimanapun, harap hubungi aku, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk membantu kalian”. Saat ini juga, aku sangat berterima kasih pada Monika, dari dalam lubuk hatiku terdalam, dialah yang memberiku kesempatan untuk menebus dosa. Dialah yang membuatku dapat memiliki kehidupan yang benar-benar bahagia di saparoh usiaku selanjutnya. Ini adalah hadiah yang ia berikan padaku! (Italia post)

Puisi: Anak-Anak Einstein

Karya: RISKA SIAGIAN (IKA)

Inilah kisah tentang teman-teman seperjuanganku...
Cantik-cantik... ganteng-ganteng...
Kompak, kocak, dan ramah...

Buku absen selalu dihiasi dengan huruf "a" oleh
NIE, ANDHON, dan ENER.
Tapi itu dulu.. sekarang tidak...

Telingaku tidak pernah absen dari teriakan
CYA, EREY, RANI, dan WIDY
Teriakan itu selalu disambut oleh tawa khas
AGATHA, GABY, DIANA, IAN, dan FELI

Di balik tawa itu...
Selalu ada DAVIN dan JEIT
yang siap mengacaukannya...

Tapi di balik kekacauan itu,
Selalu ada alunan merdu suara gitar TEVY, FAY, dan VINC
Alunan gitar itu...
Memancing INTAN, MEINI, JO', dan MACE tuk bernyanyi...

Nyanyian itu membuat ANDREW, GE', dan BION
mulai menghayal tak jelas...

Meskipun tak jelas...
EGI dan CHRES tetap asik main catur...

Tak lupa juga ada
CYN, KARLI, MANDA, dan VIKA...
Yang dikenal karena keramahannya..

Terakhir... ada ULY, NOVA dan MENDE si juragan pulsa
Yang selalu berduaan dengan HP mereka...

Dan aku...
silahkan kalian nilai sendiri


Puisi tersebut di dedikasikan untuk kelas XII IPA 1 SMA Kristen 1 Tomohon tahun ajaran 2011/2012.
Hal-hal yang diceritakan puisi tersebut 95% merupakan hal yg benar-benar terjadi...
Saya mem-post puisi tersebut sebagai kenangan kedekatan kami selama menjadi IPA 1 di SMAKRTO.

Disilahkan jika ada komentar dari pembaca...

Cerita Sedih: Induk Anjing Bunuh Diri Setelah Anaknya Mati

Ini cerita tentang seekor anjing yang diduga frustrasi. Beberapa hari setelah melahirkan dan menemukan anak-anaknya mati, seekor anjing betina dikabarkan bunuh diri dengan cara melompat dari gedung di kota Xinyi, Provinsi Guandong, China.

Bahkan, warga setempat juga mengetahui, semenjak anak-anaknya mati, anjing itu tidak doyan makan. Apa pun menunya, dia selalu menolak. Senin kemarin, anjing itu kemudian menaiki gedung berlantai tiga. Dan, saat malam sepi, anjing itu segera terjun dari bangunan tersebut. Tidak diperoleh kabar berapa ekor anak yang dilahirkan anjing itu, begitu juga dari ras apa anjing itu.

Kenangan SMA (Puisi Kelulusan)

Saat bel sekolah di SMA berbunyi nyaring...
aku bergegas turun dari kelasku
untuk mengambil sepeda balapku di tempat parkir sepedaku
kau telah menungguku di situ dalam dekap erat tas sekolahmu

Aku terhenyak tak mengira kalau kau telah menungguku
aku semula merasa biasa saja padamu....
namun...kau berusaha mengambil hatiku untuk dirimu
yang selalu menanti dan memandangku saat ku masuk sekolah...

Aku hanya memandangmu ....hemmm biasa saja...
namun...kau terus mencoba meraih hatiku yang dingin membeku
yang tak kuperbolehkan seseorang mengambilnya dari ku
yang ingin kupelihara sendiri tanpa dirimu....

Entah mengapa....
lama-lama aku jadi tertarik padamu
tertarik pada kesetiaanmu...
tertarik pada pengorbananmu ...untukku...
aku jadi lemah dalam ketiada berdayaanku....

masa SMA ...masa yang indah bagiku
masa dimana aku menemukan bunga yang indah di dirimu
yang kau peruntukkan buatku ...seorang saja...
yang membuatku tersanjung padamu....

Kau telah merubah semangatku yang pernah tak peduli
menjadi peduli pada dirimu yang lembut dan menawan
tutur katamu yang santun telah menggoyahkan sendi nadiku
membuatku semakin sayang padamu....

kau telah memberiku pandangan percaya diri yang utuh
yang dulu tak pernah kumiliki
kini aku mengerti mengapa kau ada untukku
karena kau ingin merubahku menjadi yang terbaik bagimu...

Kini kau telah pergi dariku
entah dimana kini kau berada
namun....kenangan indah itu telah membuatku makin mengenal dirimu
mengenal akan keindahan bunga di taman hatiku yang terkagum padamu...

Dimanakah kini kau berada....?
aku merindukanmu....

Sumber: http://pbm45.blogspot.com/2012/04/kenangan-di-sma.html

Kisah Paskah Terakhir


Malam semakin larut, Angel terduduk di sudut pohon beringin yang daunnya tertiup angin kencang. Hujan sore masih menyisahkan sedikit hawa dingin yang mulai menyentuh pakaian tipis dan ketat yang ia kenakan. Ia kedinginan namun berusaha untuk menahannya berharap malam ini ada orang yang datang memberikan sebuah rejeki untuk menutupi kebutuhan yang ia perlukan.

Jam tangan kecil yang melekat padanya menunjukkan pukul 1 malam dan hari ini tampaknya ia tak berhasil untuk mencari uang. Memang akhir-akhir ini hujan selalu menganggu kelancaran bisnisnya. Ia tidak memiliki apapun untuk ia perdagangkan, yang ia miliki hanya sebuah kecantikan alami, dan tubuhnya indah. Namun dunia tidak pernah menghendaki ia memilih jalan tersebut. Tapi apalah artinya hidup bila ia harus banyak mencari uang cepat untuk meneruskan hidup orang disekitarnya.

Angel pun bergegas pulang berjalan dengan sepatu hak tinggi yang ia kenakan untuk menambah kelasnya sebagai penjaja cinta berkelas. Ia berjalan kaki untuk pulang, biasanya ia memilih taksi untuk pulang ke rumahnya. Namun kali ini uang yang perlukan untuk hal lain lebih baik ia simpan daripada untuk mengunakan taksi yang semakin mahal. Ketika perjalanan semakin larut, ia terhenti dan matanya terpana melihat sebuah kejadian menakutkan.

Sebuah mobil yang dikemudikan seorang pria tergelincir balik karena jalanan licin saat berbelok arah. Mobil itu menabrak sebuah pohon dan terhenti dengan kaca mobil yang pecah tercerai berai. Angel berusaha mendekati mobil, melirik dengan ketakutan, tampaknya orang yang ada di dalam mobil masih bernafas namun mengalami pendarahan yang cukup besar, ia berusaha berteriak minta tolong. Namun larutnya malam enggan menampakkan siapapun. Ia pun membuka pintu mobil dan menyadarkan orang tersebut yang sedang pingsan.

Karena semakin kebingungan ia melihat sebuah selular di mobil itu tergeletak, ia pun menelepon 112 untuk menghubungi polisi untuk meminta ambulan di jalan itu. Beberapa saat sebelum ambulan itu datang. Pria itu tersadar sesaat dan melihat wajah Angel sekilas, Angel tampak berusaha menutupi pendarahan yang terjadi di lengan pria itu dengan serampe yang ia miliki. Ia mengingat apa yang ia pelajarin dalam pelajaran pramuka ketika memberikan pertolongan pertama.. beberapa saat kemudian ambulan datang mulai mengangkut pria itu. Angel terdiam dengan wajah kelelahan. Petugas meminta untuk Angel ikut namun Angel menolak.

Nama pria itu adalah Franky seorang pria kaya yang mengalami krisis dan frustasi dengan orang tuanya. Ia berhasil sadar dari tidurnya. Kemudian seorang suster menyambutnya dengan sebuah ucapan salam.

“Sudah bangun ya..?”

“Saya dimana suster?” tanya pria itu

“Di rumah sakit Elisabeth. Anda beruntung sekali ada yang melakukan pertolongan pertama terhadap pendarahan anda.. jika orang itu tidak menolong anda. Mungkin anda telah pergi karena kehabisan darah!”

“Oh.. ya.. saya kecelakaan dan saya ingat itu..”

“Bersyukurlah pada Tuhan.. sekarang saya akan periksa tensi anda!!”

Franky terdiam menyukuri hidupnya. Ia jelas ingat sepulang dari dugem dan bermabok-mabokan kemudian ia kehilangan konsentrasi saat berkendaraan dan menyebabkan ia nyaris mengakhiri hidupnya. Ketika suster mulai selesai memeriksa tensi darahnya, ia mulai penasaran dengan sosok yang terbayang dalam sadarnya ketika itu.

“Suster.. siapa orang yang membawa saya kemari?”

“Saya tidak tau. Tapi konon katanya seorang gadis menelepon untuk meminta ambulan. Kemudian gadis itu menghilang.”

“Oh ya.. saya ingin berterima kasih pada orang itu”

“Ya berterimakasihlah ketika anda sudah sembuh nanti..”

Tiba tiba ibu Franky muncul dari pintu dan berteriak histeris melihat kondisi anaknya. Franky menjadi bulan-bulanan ketakutan sang ibu. Namun ia memang layak bersyukur karena hari ini ia selamat dari sebuah kematian.



***

Beberapa hari kemudian Franky diperbolehkan untuk pulang ke rumahnya. Suster berlari mengejarnya karena merasa Franky meninggalkan sesuatu. Suster itu memberikan sebuah serampe pink yang telah dibersihkan. Suster itu berkata, serampe ini terikat di saat kecelakaan terjadi. Franky yakin serampe ini bukan miliknya, ini milik sang penolong yang menyelamatkannya. Dan ia pun menyimpan serampe ini berharap kelak ia dapat menemukan orang baik tersebut.

Di lain tempat. Angel terbangun ketika adik kecilnya berkata Nenek di kamar mengalami kejang-kejang. Walau ia masih mengantuk ia segera berlari menuju kamar neneknya ia begitu ketakutan dan mengucapkan ayat ayat Alkitab untuk sang nenek. Dan beberapa saat kemudian tubuh sang neneknya menjadi tenang. Ia pun bersyukur dengan air mata bercucuran. Ia begitu mencintai neneknya, karena sejak kecil sang neneklah yang merawatnya. Dan demi pengobatan sang neneklah ia rela menjadi pelacur, dan berharap kelak neneknya dapat sembuh, sehingga ia bisa melepaskan hidup suramnya tersebut.

Adik kecilnya juga masih bersekolah, dan membutuhkan biaya besar. Kedua orang tuanya telah pergi jauh sejak mereka kecil karena kecelakaan sebuah pesawat terbang. Angel pun mengambil alih menjadi kepala rumah tangga di saat usianya masih muda yakni 18 tahun. Penyakit neneknya yang semakin rumit membuat ia berpikir mencari jalan pintas dan pilihan terakhir itu adalah melacurkan diri. Dengan tarif lima ratus ribu semalam ia dapat memberikan obat dan makan keluarga kecilnya.

Angel kesulitan untuk mencari sarampe pembelian ayahnya ketika ia masih kecil. Serampe itu mempunyai arti khusus baginya. Karena hanya ada dua lembar dan berwarna pink. Itu adalah hadiah Paskah yang diberikan sebelum ayah dan ibunya pergi untuk selamanya. Kini hanya tersisa satu, awalnya ia ingin memberikan serampe itu pada adik perempuannya ketika ia remaja. Kini hanya tersisa satu. Dan ia pun sedih dan berharap serampe itu kembali. Karena ia ingat serampe itu lenyap bersama orang yang ia tolongnya. Ciri khas serampe itu juga unik. Terdapat tulisan Angel yang berhuruf latin di ujung sisinya.

Tulisan itulah yang membuat Franky menyebut gadis yang ia ingat samar-samar sebagai Angel. Serampe itu ia simpan terus. Karena ia pikir karena gadis itu hidupnya kembali. Hidupnya berjalan lurus dari segala perbuataan hina dan kotor. Ia bertobat di saat Tuhan mencobanya akan kematian. Kemudian ia mulai berpikir mencari tempat dimana ia bisa mencari gadis itu, ia bahkan sering menunggu di tempat di mana ia mengalami kecelakaan dan ternyata gadis itu tidak pernah muncul lagi.

Angel mendapatkan sebuah bayaran cukup besar untuk melayani seseorang di sebuah hotel. Bayaran yang cukup fantastis namun ia diharuskan untuk melayani tamu tersebut. Tamu yang orang itu bilang tak mudah ditaklukan. Angel menerima tawaran tersebut, ia pun bergegas untuk menuju tempat itu. Paskah akan tiba beberapa minggu lagi, neneknya pernah minta padanya ingin sekali pergi ke sebuah tempat gua Maria yang terdapat di sebuah daerah. Tentu saja itu membutuhkan biaya yang cukup besar, ia pun harus bekerja keras untuk itu.

Franky seolah tak percaya ketika sahabatnya tak rela ia telah kembali menjadi orang baik. Mereka yakin betul Franky tak akan pernah melupakan masa lalunya yang bermabok ria dan sering sekali menyewa pelacur untuk kenikmatannya. Sahabat-sahabat lamanya pun mulai berpikir mengajaknya berkumpul. Ia sempat menolak, namun apa daya. Ia pun terlena untuk terakhir kalinya berkumpul. Ia tidak minum ataupun mencoba obat yang diberikan oleh rekan rekannya.

Karena semakin kesal. Mereka pun memasukan obat perangsang dalam minuman putih yang diminum oleh Frangky. Beberapa saat kemudian Angel tiba di hotel yang mereka janjikan. Ia terkejut ketika melihat beberapa orang ada di dalam hotel tersebut.

“Lho kok banyak gini. Katanya cuma satu orang?” kata Angel.

“Tenang aja. Bukan kita kok yang mau makai kamu. Tuh temenku di kamar. Kamu masuk saja.. layanin dia. Kita mau pergi kok..”

Angel curiga

“Jangan takut kita ga jahat kok, neh bayaran kamu..?” pria itu memberikan uang kepada Angel

“Ok..!”

Angel tidak punya pilihan lain ia pun menuju kamar yang pria itu tunjukkan sedangkan yang lain pergi meninggalkan kamar hotel. Ketika ia memasuki kamar tersebut. Ia duduk sementara Franky yang sedang menuju toilet. Ketika Franky muncul dari toilet. Angel memberikan senyuman. Franky sedikit bingung dengan gadis di kamarnya.

“Kamu siapa?”

“Saya.. orang yang akan memberikan malam indah untuk anda.”

“Saya tidak mengerti.. “ ketus Franky dan Angel menjadi bingung.

“Bukannya anda sewa saya untuk..”

Franky menatap wajah Angel yang cantik. Ia pun menyadari ini adalah kerjaan iseng sahabatnya. Ia pun juga sadar minuman yang ia minum telah diberikan obat, sehingga ia meminta izin ke toilet untuk membuang isinya.

“Ok aku ngerti. Berapa kamu dibayar?”tanya Frangky.

“Seperti biasa…short time dan sudah lunas?”

“Saya bayar kamu kemudian kamu pergi..ok?” ucap Franky dengan nada merendahkan sambil melemparkan uang ke ranjang

Angel merasa terhina sekali.

“Maksud anda?”

“Kamu kan tujuannya uang kan, dan saya berikan uang ini tapi saya tidak pakai kamu?”

“Terima kasih.. tapi saya hanya menerima uang bila saya melayani?”

“Alah.. uda lah ambil saja. Ga usah munafik gitu!”

Angel semakin emosi

“Saya memang pelacur tapi saya juga punya harga diri. Pelacur juga manusia. Saya bukan binatang.. saya juga bekerja untuk uang. Walaupun perkerjaan saya terlihat tidak halal. Tapi anda tidak boleh bilang saya munafik..karena saya tidak menipu?”tegas Angel marah

Franky terkejut dengan kata-kata wanita yang berdiri di hadapannya. Seumur-umur ia menggunakan pelacur. Tidak pernah ada pelacur keras kepala dan angkuh seperti ini.

“Ambil uang anda.. dan ini uang dari teman kamu..” Angel mengeluarkan uang dari tasnya dan tak sengaja serampe yang ia taruh di dalam tas terjatuh, kemudian bergegas pergi dari kamar tersebut dengan perasaan marah. Franky membiarkan gadis itu pergi.

“Dasar pelacur.. sudah untung dikasih duit tapi malah belagu.!”ledek Franky.

Angel pergi dengan sebuah tangis sedih karena hinaan tersebut, ia berjalan pulang dengan perasaan bersalah karena tidak menerima saja uang tersebut. Tapi harga dirinya terusik oleh kata-kata pria itu. Sedangkan di hotel, ketika Frangky mulai ingin chek out dari hotel tersebut tiba-tiba ia terdiam melihat sesuatu di lantai. Sebuah serampe pink yang sama dengan ia simpan. Awalnya ia kira itu miliknya yang terjatuh. Namun ia terkejut ketika serampe miliknya masih tersimpan di saku celananya.

“Serampe ini.. punya gadis tadi?” ujar Franky dan ia segera menghubungin Agus sahabatnya yang menyewa gadis itu.

“Gus siapa gadis tadi?” tanya Franky.

“Kenapa? Layanannya memuaskan ya. Mau coba lagi hahaha” ledek Agus.

“Nggak. Gua mau ketemu dia..”

“Walau bagus dong . Franky yang liar itu kembali lagi!”

“Plz.. kamu dapat gadis itu dari mana?”

“Ok.. ok.. gadis itu mangkal biasanya di jalan Ampera di taman kota.”

‘Ok terima kasih!!”

Tanpa banyak pikir mobil Franky pun melaju ketempat gadis itu. Namun ia kurang beruntung ia tidak menemukan Angel di tempat itu. Angel telah pulang ke rumahnya.



***

Angel terkejut ketika neneknya semakin parah dan ia pun membawanya kerumah sakit. Ia bersedih dengan kejadian itu., uang rumah sakit cukup mahal dan ia pun mulai tak tau mencari kemana lagi uang agar bisa membiayai biaya operasi neneknya. Ia membiarkan neneknya dijaga adik kecilnya, sedangkan ia sendiri pergi ke tempatnya biasa ia mencari uang. Ketika ia termenung karena sepinya malam itu. Hujan datang membuat ia semakin menderita dalam malam tersebut.

Hujan itu seolah tak berbelas kasih padanya yang sedang gundah. Tiba tiba muncul mobil berhenti tepat dihadapannya. Angel menghapus air mata dan mendekati mobil tersebut. Orang di dalam mobil itu membuka pintu kaca. Angel mendekati dengan sedikit rayuan dengan pakaian basah kuyup.

“Halo. Malam gini mau ditemenin?” tanya Angel dan terdiam ketika melihat orang yang ada didalam mobil adalah pria tak asing baginya.

“Hai..” ujar pria itu

“Kamu.. “ Angel berubah sikap ketika melihat pria itu adalah Franky kemudian menjauhi mobil itu ke tepian dari hujan.

Franky bersedih melihat gadis itu kehujanan ia pun keluar dari mobilnya mendekati gadis itu.

“Masuk yuk, ke mobil.. hujan besar nanti kamu masuk angin” ajak Franky

“Rasanya saya dengar kamu tidak ingin pakai pelacur.. pelacur kan binatang buat kamu. Ternyata kamu menjilat ludah kamu sendiri!”

“Bukan begitu.. jangan salah paham. Saya tidak ada maksud untuk itu!”

“Lalu apa.. kamu pikir saya bodoh, mana ada orang yang menghentikan mobilnya selain untuk memakai pelacur..!”

Franky terdiam.. lalu mengeluarkan serampe tangan milik Angel.

“Ini..punya kamu ketinggalan di hotel kemarin” beri Franky dan Angel terdiam.

Air matanya berlinang ketika melihat serampe itu. Ia teringat oleh ayahnya, andai saja ayahnya masih hidup. Nasibnya tidak akan seperti ini begitu memilukan. Franky terlihat gundah melihat Angel menangis di depannya.

“Ok terima kasih.. silakan kamu pergi,”kata Angel.

“Hm.. sebenarnya saya ingin bilang sesuatu sama kamu”

“Saya ga ada waktu. Saya lagi kerja. Sebaiknya kamu pergi!”

“Saya mohon sebentar saja!”

“Kalau kamu tidak mau pergi.. saya yang pergi!”

“Saya mohon sebentar saja!”

Angel tidak ingin lagi melihat pria itu, ia merasa malu karena menangis di hadapan pria itu, ia pun berlari meninggakan tempat itu dengan sejuta rasa bersalah Franky.

“Ya Tuhan. Mengapa saya tega berkata demikan kepada malaikat yang telah menyelamatkan nyawa saya!” ujar Franky



Angel menangis sepanjang perjalanan. Ia kembali ke rumah sakit. Berhari hari ia menjaga neneknya, ia memang mendapatkan beberapa pelanggan lama yang selalu memberikannya uang. Namun uang itu tidak akan cukup untu merawat neneknya. Ia semakin frustasi. Terlebih neneknya begitu ingin cepat pergi dari rumah sakit, karena ia tau cucunya akan kehabisan uang untuk merawatnya di sini.

“Kasih nenek keluar. Nenek tidak mau lama lama disini?” teriak nenek.

“Nek. Jangan bicara gitu, Angel masih mampu.. nenek harus dukung Angel. Cuma nenek yang Angel miliki. Bila nenek memaksa keluar. Kesehatan nenek akan semakin buruk!”

“Angel. Nenek ini hanya sebuah batu besar di atas air yang mengalir. Nenek terlalu lama merepotkan kamu. Biarkan nenek pergi saja.. jangan tahan lagi”

“Nek. Jangan berkata begitu. Nek.. Angel mohon!” Angel menangis..



Di lain tempat. Franky mendapatkan kabar Agus sahabatnya mengalami overdosis karena narkoba. Ia segera menuju rumah sakit tempatnya dirawat. Dan secara tak sengaja rumah sakit itu sama dengan yang Angel tempati. Ketika sedang berjalan menuju kamar milik sahabatnya, Franky tak sengaja melihat Angel, sedang bertanya tentang biaya rumah sakit. Franky mendengarkan semua yang dikatakan suster. Ia merasa iba dan akhirnya memutuskan untuk membayar semua uang rumah sakit nenek Angel. Namun ia tidak ingin Angel tau tentang siapa orang yang membayarnya.

Angel bersuka cita atas pertolongan dermawan tersebut. Suster itu kemudian hanya memberikan sebuah kartu nama dan sebuah amplop yang tak ia sangka. Dan bertuliskan:

Tuhan mengajarkan aku tentang suatu kehidupan

Dan kamu membuka jalanku akan sebuah masa depan.

Terima kasih atas segala pertolongan yang pernah kau berikan

Karena hanya iman yang kuat yang dapat menyelamatkan dunia dari

Sebuah kehidupan yang suram.

Dan aku berharap Tuhan memberikan kesempatan padamu

Untuk mendapatkan hidup lebih baik dengan apa yang bisa aku lakukan.

Sang terselamatkan



Penulis surat misterius itu bukan hanya memberikan sebuah surat namun memberikan uang yang cukup besar untuk merubah kehidupan Angel . Uang itu begitu banyak hingga ia dapat lepas dari dunia pelacuran. Neneknya pun sembuh. Angel hidup bahagia tanpa harus bekerja malam lagi. Namun Angel masih penasaran dengan orang yang begitu baik tersebut. Ia berusaha mencari tahu siapa penyelamat misterius itu. Namun sebelum itu ia menepati janji pada neneknya untuk pergi ke goa Maria. Mereka bersuka cita menyambut Paskah yang akan datang esok harinya.

Sewaktu Angel berdoa dengan tulus di hadapan patung Bunda Maria. Jauh di antara kerumunan tersebut juga ada Franky yang datang bersama keluarganya. Angel menangis pilu di hadapan Bunda Maria. Mensyukuri kehidupan baru yang ia dapatkan. Jauh dari dunia gelap. Dan disampingnya berdiri orang yang tak ia duga. Franky. Pria itu menatapnya dan juga sedikit terkejut melihat Angel. Namun ia sadar Angel akan marah bila melihatnya ia pun pergi dengan secara sembunyi tanpa Angel ketahui.

Ketika terjadi pembagian telur Paskah. Angel mengambil tiga butir untuk dia, nenek dan adiknya. Seorang gadis kecil berebutan untuk mengambil telur itu dan terjatuh hingga kakinya mengalami luka. Orang tua anak itu tampak menjauh tak menyadari anaknya tertinggal. Franky mendekati anak kecil itu. Kemudian membersihkan luka di kaki anak tersebut. Dan menyuruh anak kecil itu untuk membersihkan air mata dengan serampe yang tak asing bagi anak itu. Keluarga anak gadis kecil itu muncul. Dan ternyata gadis itu adalah adik Angel.

“Kamu ke mana saja. Kakak, kira kamu hilang?”tanya Angel

‘Kakak buru-buru dan aku terjatuh.. sakit” tangis isak adik Angel

“Mana kakak liat luka kamu..?” Angel bertanya

“Sudah, sudah ayo pulang..?” ajak nenek

“Tunggu aku mau balikin serampe ini dulu?” kata adik Angel

“Loh itu kan milik kakak. Kok bisa di kamu?” Angel tadinya itu serampe miliknya namun ternyata salah.

“Ini milik kakak itu. Yang sedang berdiri bersama ibu tua itu.”

“Mana .. ?” ajak Angel menemui pria itu

Ketika Angel dan adiknya mendekat. Franky sedang bersama ibunya. Angel terdiam terkejut. Bagaimana serampe yang ia miliki bisa ada di laki-laki itu.

“Kamu kan..?”

“Iya.. aku Franky. Orang yang dulu kamu tolong di saat kecelakaan malam itu?”

“Astaga.. jadi kamu?”

“ Angel.. itu kan namamu. Aku minta maaf atas segala perkataan yang pernah kukatakan dulu kala. Aku khilaf. Dan tak kusangka. Dibalik semuanya kamu adalah orang yang baik!”

Angel tersenyum..

“Dan kamu adalah orang yang memberikan surat beserta amplop yang telah menyelamatkan nenekku”

“Itu semua tangan Tuhan. Aku hanya memberikan jalannya!”

“Selamat hari Paskah Angel!”

“Selamat hari Paskah untukmu juga Franky..!”

amat..

Ternyata Aku (Perenungan Menjelang Paskah)


Yesus telah babak belur, wajahNya tak lagi bersih, lebih memperlihatkan kengerian, banyak luka yang menganga. Aku berjalan tak jauh dariNya, Ia memikul salib, jari-jariNya yang kotor oleh debu bercampur darah yang mengering menggenggam erat kayu salib dan terlihat gemetar. NafasNya tak beraturan, terdengar juga erangan-erangan kecil dari mulutNya. Ia menggigit bibirNya dan aku tahu Ia sedang menahan rasa sakit. Tiba-tiba saja sebuah pukulan mengenai wajahNya, Ia terjengkang dan sempoyongan menahan pukulan juga menjaga keseimbangan agar tak jatuh tertimpa salib yang dibawaNya. Darah mulai mengalir lagi dari luka di wajahNya. Dalam usahaNya menjaga keseimbangan tersebut, sebuah gagang tombak didorongkan dengan keras pada perutNya, aku bisa mendengar sebuah rintihan yang tertahan. Aku pusing…pening.

” Hei Rudolfus…. apa kau hanya ingin diam saja di situ, dan tak mau ambil bagian?” suara seorang serdadu di sebelahku. Aku kaget dan lebih kaget lagi ketika aku mendapatkan diriku berpakaian serdadu Romawi sama seperti si serdadu yang menegurku. Sebuah kesadaran yang memalukan…Aku Adalah Bagian Dari Mereka Yang MenyiksaNya.

” Hei kenapa masih diam atau jangan-jangan kau pengikut Dia?” serdadu itu terlihat kesal dengan diriku yang terlihat bimbang.

Yah memang aku sedang dalam kebimbangan…sebuah cambuk ada dalam genggamanku…semua serdadu menatap ke arahku. Aku mengangkat cambuk yang diujungnya disimpul dengan potongan-potongan besi tajam. Aku melihat ke arah Yesus, Ia hanya menatapku dengan mataNya yang telah sipit karena bengkak dan tatapan itu begitu tajam, Tanpa kusadari tanganku bergerak dan mencambukkan cambuk ke tubuhNya….Ia berteriak kesakitan, bukan karena sakit fisik tapi lebih dalam dari itu. Cambuk itu mngoyakkan kulit dan juga daging di tubuhNya. Kulihat air mata menetes dari mataNya yang terlihat merah karena bercampur darah dari luka di bawah mataNya. Setelah sadar apa yang aku buat….aku lemas, cambuk terlepas dari tanganku…kemudian aku berlari ke sebuah lorong yang sunyi, kepergianku itu diikuti tatapan dari semua orang yang berkumpul di situ. Setelah sendirian, aku menangis, kutanggalkan pakaianku….dan berteriak sekuatnya….

“Tuhan maafkan aku yang telah ikut menyiksaMu…ampuni aku!!!!”

Delapan Kado Terindah

Delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.

KEHADIRAN

Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.

MENDENGAR

Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.

DIAM

Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya “ruang”. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomel.

KEBEBASAN

Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah “Kau bebas berbuat semaumu”. Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

KEINDAHAN

Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan sebuah kado yang indah. Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.

TANGGAPAN POSITIF

Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf) adalah kado indah yang sering terlupakan.

KESEDIAAN MENGALAH

Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi pertengkaran yang hebat. Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado “kesediaan mengalah”. Kesediaan untuk mengalah juga dapatmelunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

SENYUMAN

Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliiling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi?

Malaikat Pelindung

Suatu ketika, ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka, ia bertanya kepada Tuhan. “Ya Tuhan, Engkau akan mengirimku ke bumi. Tapi, aku takut, aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku disana?”.

Tuhanpun menjawab. “Diantara semua malaikat-Ku, Aku akan memilih seorang yang khusus untukmu. Dia akan merawatmu dan mengasihimu.” Si kecil bertanya lagi, “Tapi, disini, di surga ini, aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu cukup membuatku bahagia. Tuhanpun menjawab, “Tak apa, malaikatmu itu, akan selalu menyenandungkan lagu untukmu, dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia.” Namun si kecil bertanya lagi, “Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai?

Tuhanpun menjawab, “Malaikatmu itu, akan membisikkanmu kata-kata yang paling indah, dia akan selalu sabar ada disampingmu, dan dengan kasihnya, dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia.” Si kecil bertanya lagi, “Lalu, bagaimana jika aku ingin berbicara padamu, ya Tuhan?”

Tuhanpun kembali menjawab, “Malaikatmu itu, akan membimbingmu. Dia akan menengadahkan tangannya bersamamu, dan mengajarkanmu untuk berdoa.” Lagi-lagi, si kecil menyelidik, “Namun, aku mendengar, disana, ada banyak sekali orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku?

Tuhanpun menjawab, “Tenang, malaikatmu, akan terus melindungimu, walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia, sering akan melupakan kepentinganya sendiri untuk keselamatanmu.” Namun, si kecil kini malah sedih, “Ya Tuhan, tentu aku akan sedih jika tak melihat-Mu lagi.

Tuhan menjawab lagi, “Malaikatmu, akan selalu mengajarkamu keagungan-Ku, dan dia akan mendidikmu, bagaimana agar selalu patuh dan taat pada-Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu, Aku akan selalu ada disisimu.”

Hening. Kedamaianpun tetap menerpa surga. Namun, suara-suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup. “Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang, tolong, sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku….”

Tuhanpun kembali menjawab. “Nama malaikatmu tak begitu penting. Kamu akan memanggilnya dengan sebutan: Ibu…”

Mawar Untuk Ibu

Seorang pria berhenti di toko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dipaketkan pada sang ibu yang tinggal sejauh 250 km darinya. Begitu keluar dari mobilnya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar jalan sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu menanyainya kenapa dan dijawab oleh gadis kecil, “Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya cuma punya uang lima ratus saja, sedangkan harga mawar itu seribu.”

Pria itu tersenyum dan berkata, “Ayo ikut, aku akan membelikanmu bunga yang kau mau.” Kemudian ia membelikan gadis kecil itu setangkai mawar merah, sekaligus memesankan karangan bunga untuk dikirimkan ke ibunya.

Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk mengantar gadis kecil itu pulang ke rumah. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya, “Ya tentu saja. Maukah anda mengantarkan ke tempat ibu saya?”

Kemudian mereka berdua menuju ke tempat yang ditunjukkan gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum, dimana lalu gadis kecil itu meletakkan bunganya pada sebuah kuburan yang masih basah.

Melihat hal ini, hati pria itu menjadi trenyuh dan teringat sesuatu. Bergegas, ia kembali menuju ke toko bunga tadi dan membatalkan kirimannya. Ia mengambil karangan bunga yang dipesannya dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 250 km menuju rumah ibunya.

Cinta Seorang Ibu

Alkisah di suatu desa ada seorang ibu yang sudah tua hidup berdua dengan anak satu-satunya.Suaminya sudah lama meninggal karena sakit.

Sang Ibu sering sekali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya . Adapun anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk, yaitu suka mencuri, berjudi,mengadu ayam, dan banyak lagi yang membuat si ibu sering menangis meratapi nasibnya yang malang. Namun begitupun ibu tua itu selalu berdoa kepada Tuhan, “Tuhan tolong Kau sadarkan anakku yang kusayangi, supaya ia tidak berbuat dosa lebih banyak lagi. Aku sudah tua dan aku ingin menyaksikan dia bertobat,sebelum Aku mati.

Namun semakin lama si Anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya. Sudah sangat sering ia keluar masuk bui karena kejahatan yang dilakukannya.

Suatu hari ia kembali mencuri di sebuah rumah penduduk desa. Namun malang nasibnya akhirnya ia tertangkap oleh penduduk yang kebetulan lewat. Kemudian dia dibawa ke hadapan Raja untuk diadili sesuai dengan kebiasaan di Kerajaan tersebut. Setelah ditimbang berdasarkan sudah seringnya ia mencuri, maka tanpa ampun lagi si Anak tersebut dijatuhi hukuman Pancung. Pengumuman hukuman itu disebarkan ke seluruh desa. Hukuman pancung akan dilakukan keesokan harinya didepan rakyat desa dan kerajaan tepat pada saat lonceng Gereja berdentang menandakan pukul enam pagi.

Berita hukuman itu sampai juga ke telinga si Ibu. Dia menangis ,meratapi Anak yang sangat dikasihinya. Sembari berlutut dia berdoa kepada Tuhan. “Tuhan, Ampunilah Anak Hamba.Biarlah HambaMu yang sudah tua renta ini yang menanggung dosa dan kesalahannya. Dengan tertatih-tatih dia mendatangi Raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan, tapi keputusan sudah bulat, si Anak tetap harus menjalani hukuman. Dengan hati hancur si Ibu kembali ke rumah . Tidak berhenti dia berdoa supaya anaknya diampuni.Karena kelelahan dia tertidur dan bermimpi bertemu dengan Tuhan.

Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan ,rakyat berbondong-bondong untuk menyaksikan hukuman pancung tersebut. Sang Algojo sudah siap dengan Pancungnya, dan si Anak tadi sudah pasrah menantikan saat ajal menjemputnya. Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, tanpa terasa dia menangis menyesali perbuatannya.

Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan, lonceng Gereja belum juga berdentang. Suasana mulai berisik. Sudah lima menit lewat dari waktunya. Akhirnya didatangi petugas yang membunyikan lonceng di Gereja. Dia Juga mengaku heran, karena sudah sedari tadi dia menarik lonceng tapi, suara dentangnya tidak ada.

Ketika mereka sedang terheran-heran, tiba-tiba dari tali yang di pegangnya mengalir darah. , darah tersebut datangnya dari atas,berasal dari tempat di mana Lonceng diikat. Dengan jantung berdebar-debar seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah itu. Tahukah Anda apa yang terjadi? Ternyata di dalam lonceng besar itu ditemui tubuh si Ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah. Dia memeluk Bandul di dalam lonceng yang mengakibatkan lonceng tidak berbunyi, sebagai gantinya kepalanya yang terbentur ke dinding lonceng.

Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata . Sementara si Anak meraung-raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan.Dia menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya. Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke Atas dan mengikat dirinya di lonceng tersebut serta memeluk besi di dalam lonceng,untuk menghindari hukuman pancung anaknya.

Demikianlah, sangat jelas kasih seorang ibu untuk anaknya, betapapun jahatnya si Anak. Marilah kita mengasihi orang tua kita masing-masing ,selagi kita masih mampu karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di Dunia ini. Amin.

Sesuatu untuk dijadikan renungan untuk kita agar selalu mencintai sesuatu yang berharga yang tidak bisa dinilai dengan apapun.

Kasih Ibu Pada Kita

Suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur Ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya Setelah sang ibu mengeringkan tangannya dengan celemek Ia pun membaca tulisan itu dan inilah isinya:

-Untuk memotong rumput 2000 Rupiah
-Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini 1000 Rupiah
-Untuk pergi ke toko disuruh ibu 500 Rupiah
-Untuk menjaga adik waktu ibu belanja 1500 Rupiah
-Untuk membuang sampah 500 Rupiah
-Untuk nilai yang bagus 5000 Rupiah
-Untuk membersihkan dan menyapu halaman 2000 Rupiah
-Jadi jumlah utang ibu adalah 12.000 Rupiah

Sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap Berbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu Lalu ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya Dan inilah yang ia tuliskan:

-Untuk sembilan bulan ibu mengandung kamu, gratis
-Untuk semua malam ibu menemani kamu, gratis
-Mengobati kamu dan mendoakan kamu, gratis
-Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, gratis
-Untuk semua mainan, makanan, dan baju, gratis
-Kalau dijumlahkan semua, harga cinta ibu adalah gratis
Anakku… dan kalau kamu menjumlahkan semuanya apa yang telah ibu lakukan, akan kau dapati bahwa harga cinta ibu adalah GRATIS

Seusai membaca apa yang ditulis ibunya Sang anak pun berlinang air mata dan menatap wajah ibunya Dan berkata: “Bu, aku sayang sekali sama ibu” Kemudian ia mengambil pulpen Dan menulis sebuah kata dengan huruf-huruf besar: “LUNAS”.

Ibuku, Kenapa Kau Menangis?

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. “Ibu, mengapa Ibu menangis?”. Ibunya menjawab, “Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak”. “Aku tak mengerti” kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti….”

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. “Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?” Sang ayah menjawab, “Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan”. Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan.”Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?”

Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,

“Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.

Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.

Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya.

Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan”.

Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup, karena di kakinyalah kita menemukan surga.

Kisah Sedih Si Gadis Miskin

Sudah menjadi kehendak Allah memberinya cobaan berupa penyakit kronis yang bersarang dan sudah bertahun-tahun ia rasakan. Ini adalah cerita kisah seorang gadis yang bernama Muha. Kisah ini diriwayatkan oleh zaman, diiringi dengan tangisan burung dan ratapan ranting pepohonan.

Muha adalah seorang gadis remaja yang cantik. Sebagaimana yang telah kami katakan, sejak kecil ia sudah mengidap penyakit yang kronis. Sejak usia kanak-kanak ia ingin bergembira, bermain, bercanda dan bersiul seperti burung sebagaimana anak-anak yang seusianya. Bukankah ia juga berhak merasakannya?

Sejak penyakit itu menyerangnya, ia tidak dapat menjalankan kehidupan dengan normal seperti orang lain, walaupun ia tetap berada dalam pengawasan dokter dan bergantung dengan obat.

Muha tumbuh besar seiring dengan penyakit yang dideritanya. Ia menjadi seorang remaja yang cantik dan mempunyai akhlak mulia serta taat beragama. Meski dalam kondisi sakit namun ia tetap berusaha untuk mendapatkan ilmu dan pelajaran dari mata air ilmu yang tak pernah habis. Walau terkadang bahkan sering penyakit kronisnya kambuh yang memaksanya berbaring di tempat tidur selama berhari-hari.

Selang beberapa waktu atas kehendak Allah seorang pemuda tampan datang meminang, walaupun ia sudah mendengar mengenai penyakitnya yang kronis itu. Namun semua itu sedikit pun tidak mengurangi kecantikan, agama dan akhlaknya…kecuali kesehatan, meskipun kesehatan adalah satu hal yang sangat penting. Tetapi mengapa?

Bukankah ia juga berhak untuk menikah dan melahirkan anak-anak yang akan mengisi dan menyemarakkan kehidupannya sebagaimana layaknya wanita lain?

Demikianlah hari berganti hari bulan berganti bulan si pemuda memberikan bantuan materi agar si gadis meneruskan pengobatannya di salah satu rumah sakit terbaik di dunia. Terlebih lagi dorongan moril yang selalu ia berikan.

Hari berganti dengan cepat, tibalah saatnya persiapan pesta pernikahan dan untuk mengarungi bahtera rumah tangga.

Beberapa hari sebelum pesta pernikahan, calonnya pergi untuk menanyakan pengerjaan gaun pengantin yang masih berada di tempat si penjahit. Gaun tersebut masih tergantung di depan toko penjahit. Gaun tersebut mengandung makna kecantikan dan kelembutan. Tiada seorang pun yang tahu bagaimana perasaan Muha bila melihat gaun tersebut.

Pastilah hatinya berkepak bagaikan burung yang mengepakkan sayap putihnya mendekap langit dan memeluk ufuk nan luas. Ia pasti sangat bahagia bukan karena gaun itu, tetapi karena beberapa hari lagi ia akan memasuki hari yang terindah di dalam kehidupannya. Ia akan merasa ada ketenangan jiwa, kehidupan mulai tertawa untuknya dan ia melihat adanya kecerahan dalam kehidupan.

Bila gaun yang indah itu dipakai Muha, pasti akan membuat penampilannya laksana putri salju yang cantik jelita. Kecantikannya yang alami menjadikan diri semakin elok, anggun dan menawan.

Walau gaun tersebut terlihat indah, namun masih di perlukan sedikit perbaikan. Oleh karena itu gaun itu masih ditinggal di tempat si penjahit. Sang calon berniat akan mengambilnya besok. Si penjahit meminta keringanan dan berjanji akan menyelesaikannya tiga hari lagi. Tiga hari berlalu begitu cepat dan tibalah saatnya hari pernikahan, hari yang di nanti-nanti. Hari itu Muha bangun lebih cepat dan sebenarnya malam itu ia tidak tidur. Kegembiraan membuat matanya tak terpejam. Yaitu saat malam pengantin bersama seorang pemuda yang terbaik akhlaknya.

Si pemuda menelepon calon pengantinnya, Muha memberitahukan bahwa setengah jam lagi ia akan pergi ke tempat penjahit untuk mengambil gaun tersebut agar ia dapat mencobanya dan lebih meyakinkan bahwa gaun itu pantas untuknya. Pemuda itu pergi ke tempat penjahit dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi terdorong perasaan bahagia dan gembira akan acara tersebut yang merupakan peristiwa terpenting dan paling berharga bagi dirinya, demikian juga halnya bagi diri Muha.

Karena meluncur dengan kecepatan tinggi, mobil tersebut keluar dari badan jalan dan terbalik berkali-kali. Setelah itu mobil ambulans datang dan melarikannya ke rumah sakit. Namun kehendak Allah berada di atas segalanya, beberapa saat kemudian si pemuda pun meninggal dunia. Sementara telepon si penjahit berdering menanyakan tentang pemuda itu. Si penjahit mengabarkan bahwa sampai sekarang ia belum juga sampai ke rumah padahal sudah sangat terlambat.

Akhirnyai penjahit itu tiba di rumah calon pengantin wanita. Sekali pun begitu, pihak keluarga tidak mempermasalahkan sebab keterlambatannya membawa gaun itu. Mereka malah memintanya agar memberitahu si pemuda bahwa sakit Muha tiba-tiba kambuh dan sekarang sedang dilarikan ke rumah sakit. Kali ini sakitnya tidak memberi Muha banyak kesempatan. Tadinya sakit tersebut seakan masih berbelas kasih kepadanya, tidak ingin Muha merasa sakit. Sekarang rasa sakit itu benar-benar membuat derita dan kesengsaraan yang melebihi penderitaan yang ia rasakan sepanjang hidupnya yang pendek.

Beberapa menit kemudian datang berita kematian si pemuda di rumah sakit dan setelah itu datang pula berita meninggalnya sang calon pengantinnya, Muha.

Demikian kesedihan yang menimpa dua remaja, bunga-bunga telah layu dan mati, burung-burung berkicau sedih dan duka terhadap mereka. Malam yang diangan-angankan akan menjadi paling indah dan berkesan itu, berubah menjadi malam kesedihan dan ratapan, malam pupusnya kegembiraan.

Kini gaun pengantin itu masih tergantung di depan toko penjahit. Tiada yang memakai dan selamanya tidak akan ada yang memakainya. Seakan gaun itu bercerita tentang kisah sedih Muha. Setiap yang melihatnya pasti akan bertanya-tanya, siapa pemiliknya.?

Tukang Kayu dan Rumahnya

Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah
perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut
pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan
penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah.
Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian
bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya.
Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah
untuk dirinya.

Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu.
Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak
sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma
menggunakan bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta.
Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri
kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia
menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. “Ini adalah rumahmu, ”
katanya, “hadiah dari kami.”

Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya
saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya
sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali.
Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya
sendiri.

Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang
membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha
ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian
terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir
perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan
menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri.
Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini
dengan cara yang jauh berbeda.

Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu. Renungkan rumah yang sedang kita
bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding
dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah
hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya
hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh
keagungan dan kejayaan. Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi. Hidup
kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini. Hari
perhitungan adalah milik Tuhan, bukan kita, karenanya pastikan kita pun akan
masuk dalam barisan kemenangan.

Read more: http://www.resensi.net/si-tukang-kayu-dan-rumahnya/2008/11/#ixzz1fT87qcC7

Kisah Persahabatan

Aku kenal dengan oki sejak pertengahan November 2007, waktu itu aku kenalnya di chat mIRC, dulu ketika aku mulai-mulai chat dengan oki, aku pikir oki anak yang baik, alim, pokoknya perfect banget dech di mata aku. Akhirnya pada akhir bulan November aku menyatakan rasa kagum, dan sayang aku sama oki, aku pun tidak tahu kenapa aku bisa sayang sama oki, sampai sekarang pun aku tidak tahu apa jawabannya…? Akhirnya tanggal 4 Desember 2007, aku mendatangi rumahnya tanpa konfirmasi dulu dengan oki. Aku sampai dirumahnya siang hari jam ½ 2, aku baru bertemu dengannya sekitar pukul ½ 4 setelah oki pulang sekolah. Karena aku harus bertanya lansung sama oki tentang masalah hubungan aku sama dia, akhirnya hari selasa, 4 Desember 2007 adalah hari resmi jadian aku sama oki. Dua minggu setelah tanggal 4, akhirnya aku memutuskan untuk bertemu dengannya. 20 Desember 2007, tepat dimana semua orang muslim merayakan ibadah Idul Adha. Tapi sayang, jauh-jauh aku kesana aku hanya bisa bertemu dengannya ga lebih dari 1 jam, tapi it’s OK lah. Aku masih bisa ngertiin dia, 2 Minggu kami ‘ga ketemu, kami hanya bertemu di telpon pada 4 Januari 2008 untuk menanyakan jadi atau ‘ga nya dia ke rumah aku.



6 Januari 2008, aku dengan Alya (temenku) menjemput Oki di rumahnya dibilangan Bekasi, aku senang dia bisa nepatin janjinya untuk main kerumahku. Aku sampai dirumah sekitar pukul 6 sore, memang sie aku lebih sering ninggalin oki, karena kesalahan itulah akhirnya oki dekat dengan Alya, ada yang belum oki certain ke aku tapi dia menceritakannya pada Alya. Aku tuh udah mulai jealous, oki bisa terbuka sama Alya, akhirnya aku di minta ke warung sama keponakanku. Setelah aku dari warung, Oki dengan Alya mereka langsung diam 1000 bahasa. Sontak kan aku kaget dan bertanya:



“Ya, ada apaan sie….? Koq jadi diem” tanyaku ke Alya

“Ga ada apa-apa koq wie” Jawab Alya



Tiba-tiba tercipta kebisuan di antara kami bertiga



“Beibz, aku pulang aja ya……..?” Ujar Oki

“Ya udah kalo mau pulang” Ucapku seraya keluar pintu rumah



Oki dan Alya pun mengikuti ke luar rumah sampai tiba-tiba Oki bertanya :

“Beibz, aku mau Tanya Apa kamu pernah bohong sama aku……?” Tanya Oki

“Ga, aku ga pernah bohong sama kamu” Jawabku

“Masalah kamu di duain sama mantan kamu…….?” Tanya Oki

“Udahlah ga usah bahas mantan ku lagi” Pintaku

“Beibz, aku mau jujur sama kamu, setelah aku ngejalanin hubungan selama 1 bulan sama kamu, aku tuh belom bisa saying sama kamu” Ujarnya



Aku kaget mendengarnya, tiba-tiba air mataku jatuh. Hati ini rasanya sakit banget, kenapa aku bisa jujur sama orang, tapi harus di bales dengan kebohongan. Akhirnya Alya ngasih jalan keluar, dia minta sama Oki untuk belajar sayang sama aku sebulan lagi. Aku ga ngasih jawaban apapun sama Oki, Oki pulang dari rumahku jam 12 malem, akhirnya tanggal 7 Januari 2008, aku memutuskan untuk menemuinya dirumahnya.

“Aku nanya sama Oki, Gimana nie ki, hubungan kita………?” Tanyaku

“Ya, aku kan minta jawaban sama kamu” Ujarnya

“Kalo untuk saat ini jujur beibz, aku belum bisa sayang sama kamu” Ujarnya

“Kasih waktu aku seminggu lagi untuk memikirkan semua ini. Kalo udah nanti aku ngabarin kamu, apapun jawaban dari aku.” Ujarnya

“Lagi pula pengorbanan kamu juga ga seberapa” Ucapnya lagi



Aku kaget mendengarnya, ternyata dia menilai seseorang dengan pengorbanannya, Bukan melihat dari hatinya. Kalo ngomongin pengorbanan, pengorbanan aku lah yang paling besar, bayangin aja aku udah nyari-nyari studio J-Rocks untuk meminta tolong agar mau menemui Oki, dan aku juga udah memesan bangku di salah satu Restoran untuk aku dinner dengannya. Tapi apa? Pengorbanan aku ga ada gunanya di mata Oki, aku sengaja ga bilang sama Oki mengenai rencana ini, aku hanya memberitahu kalo aku punya kejutan untuknya. Karena aku ga mau kebaikanku, aku umbar-umbar di depan orang banyak. Aku ga mau menyombongkan diri, jujur aja baru 2 cowok yang bisa mengambil hatiku yaitu Afri dan Oki. Hanya 2 orang itu yang mampu dan bisa hadir dalam mimpiku.



Buat Oki kalau kamu sudah baca ini, tolong kamu kasih kejelasan status buat aku. Mungkin aku memang cewek bego dan goblok karena aku bisa langsung cinta sama kamu, cowok yang belum aku kenal sepenuhnya. Pesen aku jaga Cherry baik-baik, dan kasihlah dia perhatian dengan sepenuh hati kamu.

Kisah Haru Persahabatan Antara Manusia dan Singa

Christian, adalah seekor singa yang menjadi korban kejahatan pemburu gelap yang kemudian diperdagangkan di blackmarket. Sedangkan ansib ibu ata saudara Christian tidak diketahui, apakah mereka juga ikut tertangkap, mati terbunuh atau sudah terjual.

Pada taun 1969, Anthony Bourke dan John Rendall, dua orang sahabat, terkejut ketika menemukan seekor anak singa berusia 6 bulan di toko binatang Harrods yang sedang kesepian. Kondisi bayi singa itu sungguh menyedihkan. Si singa kecil dikurung didalam sebuah jeruji yang sangat kecil. Suara parau sang singa kecil menyentuh hati kedua pemuda ini dan lalu mereka membelinya dan memberikan nama Christian pada bayi singa itu. Mereka bertiga akhirnya tinggal disebuah rumah di London. Mereka pun memperlakukan Christian seperti layaknya sahabat. Mereka bermain bola bersama, makan bersama, nonton bersama dan jalan-jalan bersama. Mereka menjadi tiga sosok sahabat yang tidak terpisahkan.

John, Anthony dan Christian. Saat-saat Bersama

Sampai akhirnya, 9 bulan telah berlalu. Christian telah menjelma menjadi singa dewasa dan lingkungan rumah mereka yang kecil tidak cocok lagi untuk Christian untuk berlari-lari bebas seperti halnya waktu ia kecil dahulu. Ditambah lagi dengan tetangga yang resah dan ketakutan melihat sosok seekor singa jantan besar berlarian dilingkungan mereka. Walaupun sedih, Anthony dan John memutuskan untuk mengembalikan Christian ke Kenya, Afrika, di bawah pengawasan ahli hewan buas untuk mengembalikan sifat alami Christian dari “sahabat manusia” menjadi hewan buas. Jika tidak, Christian tidak akan dapat bertahan di alam liar.

John Dan Anthony Menemani Christian, Saat-saat Akan Berpisah

Selama beberapa bulan Christian di karantina di Afrika, para ahli meminimalisir kontak Christian dengan manusia terutama dengan pemiliknya. Selama itu, kata pengawas, Christian tampak murung dan sedih. Berkali-kali ia mengaum parau, mungkin memanggil kedua majikan sekaligus sahabatnya, John dan Anthony. Meski John dan Anthony ingin menemui Christian, akan tetapi para pakar melarangnya, karena dikhawatirkan dengan keahdiran mereka berdua akan menghambat proses pengembalian insting alamiah singa sebagai hewan liar yang bebas dan ganas.

Akhirnya, Christian berhasil menemukan jati dirinya sebagai seekor singa jantan. Ia pun dilepaskan kealam bebas walaupun masih dipantau oleh para ahli. Awalnya, Christian mendapat kesulitan untuk menentukan wilayah kekuasaannya dan membuat kawanan, karena beberapa wilayah tersebut sudah dikuasai oleh singa jantan lainnya dan tentu saja para singa betina sudah dikuasai oleh para singa jantan tersebut. Christian memerlukan kawanan. Karena seekor singa tidak akan bisa bertahan tanpa kawanan. Biasanya, dalam satu kawanan sedikitnya terdiri dari 3 ekor singa, satu jantan dua betina. Karena dalam kawanan hanya boleh dipimpin oleh satu singa jantan. Semakin kuat sang singa jantan tersebut maka akan makin banyak singa betina lainnya yang bergabung dalam kawanan tersebut. Oleh karena itu, para singa jantan muda akan keluar dari kelompok mereka lalu membentuk kelompok sendiri diwilayah lain.

Inilah masalah pertama yang harus dihadapi oleh Christian. Ia harus membentuk kelompok agar bisa bertahan hidup. Karena, singa tidak akan bisa berburu jika hanya sendirian. Perburuan yang mereka lakukan selalu dalam bentuk kerjasama kelompok yang kompak. Para singa betina bertugas untuk mengejar dan membuat lelah si mangsa, jika mangsa sudah lelah maka sang singa jantan akan melakukan tindakan final untuk mengakhiri nyawa si mangsa dengan menggigit leher si mangsa sampai mati atau istilahnya “finishing touch”. Semakin besar jumlah singa dalam satu kawanan, maka semakin besar ukuran mangsa mereka. Seperti badak, gajah, banteng dan lain-lain.

Oleh karena itu, John dan Anthony sangat mencemaskan keadaan Christian. Karena tidak jarang para singa jantan akan mati dalam perkelahian untuk mendapatkan atau mempertahankan wilayah atau kawanan dengan singa jantan lainnya, atau mati terbunuh oleh mangsa buruan mereka. Jika singa jantan tidak hati-hati dan menyerang si mangsa tidak tepat pada waktunya (si mangsa belum kelelahan) maka tak ayal lagi singa jantan akan mati di banting ke batu ketika mangsanya memberontak saat lehernya digigit oleh si singa jantan, diinjak atau bahkan diserang balik oleh sang mangsa.

Akan tetapi, laporan-laporan yang mereka dapatkan dari si pengawas menunjukkan perkembangan positif yang berhasil dicapai oleh Christian. Christian berhasil mendapatkan kawanan dan bahkan ia berhasil menjadi ketua kawanan yang dalam jumlah yang besar. Perkembangan Christian ini sedikit melegakan hati John dan Anthony. Akan tetapi, mereka tidak bisa membendung rasa rindu mereka terhadap sahabat mereka ini.

Setalah satu tahun lebih mereka berpisah, akhirnya John dan Anthony memutuskan untuk mengunjungi Christian di Afrika. Ahli singa dan pengurus hutan lindung di Afrika mengatakan bahwa Christian sudah hidup bersama singa-singa lainnya dan menjadi liar. Dan pengurus hutan lindung itu juga mengatakan kalau Christian tidak akan mengenali John Rendall dan Anthony. Mereka semua melarang mereka untuk menemui Christian, Karena singa itu tidak akan mengingat mereka lagi dan tentu saja akan mengakibatkan kematian terhadap mereka berdua. Akan tetapi Anthony dan John tidak perduli. Mereka percaya, ikatan persahabatan yang terjalin diantara mereka bertiga sangat dalam. Christian tidak akan menyerang mereka. Christian pasti tetap mengingat mereka berdua.

Akhirnya John dan Anthony berangkat ke hutan Afrika dan berjam-jam mencari Christian. Salah satu orang teman mereka tertarik dengan kejadian ini dan ikut bersama mereka untuk merekam pertemuan ini. Akankah pertemuan ini akan menajdi malapetaka bagi Anthony dan John ataukah Christian memang masih dapat mengingat mereka?

Setelah berjam-jam pencarian, akhirnya mereka menemukan Christian di dekat daerah pegunungan. Teman John dan Anthony yang merekam kejadian ini menahan nafas tegang ketika ia melihat sesosok singa jantan besar yang berlari menuruni batu-batuan disana dan berlari kearah mereka. Hanya John dan Anthony saja yang bersikap santai dan tersenyum lebar seolah-olah menyambut teman lama mereka.

Sesuai dengan dugaan John dan Anthony, Christian tidak melupakan mereka. Christian terlihat sangat gembira melihat dua wajah manusia yang sangat ia cintai itu. Christian bergantian memeluk dan mencium wajah John dan Anthony bertubi-tubi sebagaimana kebiasaannya ketika ia kecil dahulu. Ketiga sahabat dekat itu akhirnya bertemu kembali dan mereka bercengkerama satu sama lainnya selama berjam-jam dan kemudian berpisah lagi.

Melepaskan Rindu, Saat Bertemu Kembali

Ketika John dan Anthony kembali mengunjungi Christian beberapa bulan kemudian, Christian bahkan membawa salah satu istrinya dan memperkenalkannya kepada mereka berdua. Dan ajaibnya, pasangan Christian yang memang sudah terlahir sebagai singa sejati yang tidak pernah berhubungan dengan manusia terlihat tenang dan bahkan ikut bermanja-manja kepada Anthony dan John seperti yang dilakukan oleh Christian.

Hal ini membuat para ahli dan masyarakt Inggris terhenyak takjub. Melihat emosi dan reaksi Christian ini. Mereka sama sekali tidak menyangka seekor singa yang sudah terpisah setahun lebih dan telah menjadi singa liar dan ganas sesuai sifat alaminya akan dapat bersikap “hangat” dan penuh kerinduan terhadap dua orang manusia, mantan majikannya yang hanya menghabiskan waktu 9 bulan bersamanya.

Kisah Perjalanan Cinta Yang Mengharukan

Cerita ini adalah kisah nyata… dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya.

Bacalah,  semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua.

***

Cinta itu butuh kesabaran…

Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???

Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita..

Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…..

Pernikahan kami sederhana namun meriah…..

Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.

Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula.

Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.

Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu..

Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci….

Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.

Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.

***

Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.

Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya.

Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku…

Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.

Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu & adiknya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku…

Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina oleh mereka…

Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda itu.

Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang & malam sambil kubacakan ayat-ayat suci Al – Qur’an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukan aktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.

Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, aku melihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman suamiku, dan disaat itu juga.. aku melihat ada seorang wanita yang sangat akrab  mengobrol dengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku.

Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.

Kubuka pintu yang tertutup rapat itu  sambil mengatakan, “Assalammu’alaikum” dan mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku. Suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup.

Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya erat. Setelah aku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata “Assalammu’alaikum”, ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya.

Lalu.. Ibu nya berbicara denganku …

“Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri”.

Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalam ruangan tersebut,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.

Aku sibuk membersihkan & mengobati luka-luka di kepala suamiku, baru sebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernama Dian mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya.

Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata, ”lebih baik kau pulang saja, ada
kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. ”

Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abang harus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil. Aku berdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan berpamitan dengan suamiku. Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. Nantinya dia akan memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak berpamitan padanya, toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya salah ataupun tidak, suamiku tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata.

Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.

***

Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.

Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, suamiku memanggil ku ke taman belakang, ia baru aja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu.

Aku bertanya, ”Ada apa kamu memanggilku?”

Ia berkata, ”Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang”

Aku menjawab, ”Ia sayang.. aku tahu, aku sudah mengemasi barang-barang kamu di travel bag dan kamu sudah memeegang tiket bukan?”

“Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku akan pulang dengan mama ku”, jawabnya tegas.

“Mengapa baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?“, tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya itu, padahal aku telah bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.

”Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti”, jawabnya tegas.

”Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan?”, lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku. Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya.

Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang & cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.

Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama suamiku, tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena suamiku sangat sayang padaku.

Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.

Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya harus komplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh keluarganya harus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuat mereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.

Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluan yang akan dibawanya ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku, lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini bergumam tak merelakan dia pergi seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.

Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama-sama kemana pun ia pergi.

Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman, karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku.

Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.

Sampai keesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan selalu menelponku.

***

Berjauhan dengan suamiku, aku merasa sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadinya aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang.

Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami memburuk dan aku pun jatuh sakit. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh tali. Tak tahan aku menahan rasa sakit dirahimku ini, sampai-sampai aku mengalami pendarahan. Aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki-lakiku yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stadium 3.

Aku menangis.. apa yang bisa aku banggakan lagi..

Mertuaku akan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu berharap akan punya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan kemudian aku hanya bisa memeluk adikku.

Aku kangen pada suamiku, aku selalu menunggu ia pulang dan bertanya-tanya, “kapankah ia segera pulang?” aku tak tahu..

Sementara suamiku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah-marah jika menelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku jika ia selalu marah-marah terhadapku..

Lebih baik aku tutupi dulu tetang hal ini dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang.

Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan cerita padanya. Setiap hari aku menanti suamiku pulang, hari demi hari aku hitung…

Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto-foto kami, ponselku berbunyi menandakan ada sms yang masuk.

Kubuka di inbox ponselku, ternyata dari suamiku yang sms.

Ia menulis, “aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi, aku akan kabarin lagi”.

Hanya itu saja yang diinfokannya. Aku ingin marah, tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku menantinya di rumah.

Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan nantinya aku juga akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir-akhir ini.

Bel pun berbunyi, kubukakan pintu untuknya dan ia pun mengucap salam. Sebelum masuk, aku pegang tangannya kedepan teras namun ia tetap berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan kucuci kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami.

Setelah itu akupun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya..

Masya Allah.. ia tidak mencium keningku, ia hanya diam dan langsung naik keruangan atas, kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku..

Aku hanya berpikir, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan aku pada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.

Biasa nya kami selalu berjama’ah, tapi karena melihat nya tidur sangat pulas, aku tak tega membangunkannya. Aku hanya mengeelus wajahnya dan aku cium keningnya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka’at.

***

Aku mendengar suara mobilnya, aku terbangun lalu aku melihat dirinya dari balkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Lalu aku memanggilnya tapi ia tak mendengar. Kemudian aku ambil jilbabku dan aku berlari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku untuk mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi.

Aku merasa ada yang aneh dengan suamiku. Ada apa dengan suamiku? Mengapa ia bersikap tidak biasa terhadapku?

Aku tidak bisa diam begitu saja, firasatku mengatakan ada sesuatu. Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuakudan kebetulan Dian yang mengangkat telponnya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang sedang terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab, “Loe pikir aja sendiri!!!”. Telpon pun langsung terputus.

Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubah setelah ia kembali dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku, apalagi memanjakan aku.

Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Kami hanya berbicara seperlunya saja, aku selalu diintrogasinya. Selalu bertanya aku dari mana dan mengapa pulang terlambat dan ia bertanya dengan nada yg keras. Suamiku telah berubah.

Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah dituduhnya berzina dengan mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku serendah itu, tapi aku selalu ingat.. sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu pedoman yang aku pegang.

Aku hanya berdo’a semoga suamiku sadar akan prilakunya.

***

Dua tahun berlalu, suamiku tak kunjung berubah juga. Aku menangis setiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja berkenalan.

Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna. Walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya & menyiakan segala yang ia perlukan. Penyakitkupun masih aku simpan dengan baik dan sekalipun ia tak pernah bertanya perihal obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir.

Bersyukurlah.. aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru ngaji, jadi aku tak perlu meminta uang padanya hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.

Sungguh.. suami yang dulu aku puja dan aku banggakan, sekarang telah menjadi orang asing bagiku, setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku untuk berpikir sendiri. Tiba-tiba saja malam itu setelah makan malam usai, suamiku memanggilku.

“Ya, ada apa Yah!” sahutku dengan memanggil nama kesayangannya “Ayah”.

“Lusa kita siap-siap ke Sabang ya.” Jawabnya tegas.

“Ada apa? Mengapa?”, sahutku penuh dengan keheranan.

Astaghfirullah.. suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi kasar, dia membentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara kami.

Dia mengatakan ”Kau ikut saja jangan banyak tanya!!”

Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke Sabang sambil menangis, sedih karena suamiku kini tak ku kenal lagi.

Dua tahun pacaran, lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buatku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan kami, sekarang menjadi dingin.. sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak berteriak, tapi aku tak bisa.

Suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, suka membanting barang-barang. Dia bilang perbuatan itu menunjukkan sikap ketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini, dalam kesendirianku..

***

Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidak tidur karena terus berpikir. Keluarga besarnya juga telah berkumpul disana, termasuk ibu & adik-adiknya. Aku tidak tahu ada acara apa ini..

Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam kamar tua itu, ia pun langsung keluar bergabung dengan keluarga besarnya.

Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dalam lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua yang telah ada sebelum suamiku lahir tiba-tiba Tante Lia, tante yang sangat baik padaku memanggil ku untuk bersegera berkumpul diruang tengah, aku pun menuju ke ruang keluarga yang berada ditengah rumah besar itu, yang tampak seperti rumah zaman peninggalan belanda.

Kemudian aku duduk disamping suamiku, dan suamiku menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya padanya.

Tiba-tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya, membuka pembicaraan.

“Baiklah, karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha”. Neneknya berbicara sangat tegas, dengan sorot mata yang tajam.

”Ada apa ya Nek?” sahutku dengan penuh tanya..

Nenek pun menjawab, “Kau telah bergabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda-tanda kehamilan yang sempurna sebab selama ini kau selalu keguguran!!“.

Aku menangis.. untuk inikah aku diundang kemari? Untuk dihina ataukah dipisahkan dengan suamiku?

“Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu.. sebelum kau menikah dengannya. Tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di atur,dan akhirnya menikahlah ia dengan kau.” Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.

Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya.

“Dan aku dengar dari ibu mertuamu kau pun sudah berkenalan dengannya”, neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.

Sedangkan suamiku hanya terdiam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya keberanian itu.

Neneknya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari ucapannya dengan mimik wajah yang sangat menantang kemudian berkata, “kau maunya gimana? kau dimadu atau diceraikan?“

MasyaAllah.. kuatkan hati ini.. aku ingin jatuh pingsan. Hati ini seakan remuk mendengarnya, hancur hatiku. Mengapa keluarganya bersikap seperti ini terhadapku..

Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di pulau
kayu, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.

“Fish, jawab!.” Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab.

Aku langsung memegang tangan suamiku. Dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas.

”Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah, untuk kebaikan dan masa depan keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami.”

Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cintaku dibagi. Dan pada saat itu juga suamiku memandangku dengan tetesan air mata, tapi air mataku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka.

Aku lalu bertanya kepada suamiku, “Ayah siapakah yang akan menjadi sahabatku dirumah kita nanti, yah?”

Suamiku menjawab, ”Dia Desi!”

Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara, ”Kapan pernikahannya berlangsung? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek?.”

Ayah mertuaku menjawab, “Pernikahannya 2 minggu lagi.”

”Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk menyuruhnya mengurus KK kami ke kelurahan besok”, setelah berbicara seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar.

Tak tahan lagi.. air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku buka pintu kamar dan aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin berteriak, tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi. Sakit. Diiringi akutnya penyakitku..

Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini?

Aku berjalan menuju ke meja rias, kubuka jilbabku, aku bercermin sambil bertanya-tanya, “sudah tidak cantikkah aku ini?“

Ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok. Kulihat wajahku, ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampir habis.. kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.

Tiba-tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suamiku yang datang, ia berdiri dibelakangku. Tak kuhapus air mata ini, aku bersegera memandangnya dari cermin meja rias itu.

Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan, “terima kasih ayah, kamu memberi sahabat kepada ku. Jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti! Iya kan?.”

Suamiku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum dan bertanya kenapa rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salah memakai shampo.

Dalam hatiku bertanya, “mengapa ia sangat cuek?” dan ia sudah tak memanjakanku lagi. Lalu dia berkata,  “sudah malam, kita istirahat yuk!“

“Aku sholat isya dulu baru aku tidur”, jawabku tenang.

Dalam sholat dan dalam tidur aku menangis. Ku hitung mundur waktu, kapan aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan suamiku.

Aku tak tahu kalau Desi orang Sabang juga. Sudahlah, ini mungkin takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan aku atas rasa sayang dan cintanya itu.

***

Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku.

Di laptop aku menulis saat-saat terakhirku melihat suamiku, aku marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku yang sedang tidur pulas, apa salahku? sampai ia berlaku sekejam itu kepadaku. Aku
save di mydocument yang bertitle “Aku Mencintaimu Suamiku.”

Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar. Aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, karena mungkin saja aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat lama.. lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku.

“Apakah kamu sudah siap?”

Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :

“Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk kedalam rumah ini, cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci kakiku dulu, lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do’a di ubun-ubunnya sebagaimana yang kamu lakukan padaku dulu. Lalu setelah itu..”, perkataanku terhenti karena tak sanggup aku meneruskan pembicaraan itu, aku ingin menagis meledak.

Tiba-tiba suamiku menjawab “Lalu apa Bunda?”

Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk seketika aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar-binar…

“Bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan?”, pintaku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.

Dia mengangguk dan berkata, ”Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa bunda?”, sambil ia mengelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sedikit membungkuk karena dia sangat tinggi, aku hanya sedadanya saja.

Dia tersenyum sambil berkata, ”Kita liat saja nanti ya!”. Dia memelukku dan berkata, “bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui selain mama”.

Kemudian ia mencium keningku, aku langsung memeluknya erat dan berkata, “Ayah, apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemana saja? Mengapa Ayah berubah? Aku kangen sama Ayah? Aku kangen belaian kasih sayang Ayah? Aku kangen dengan manjanya Ayah? Aku kesepian Ayah? Dan satu hal lagi yang harus Ayah tau, bahwa aku tidak pernah berzinah! Dulu.. waktu awal kita pacaran, aku memang belum bisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama Ayah baru bisa aku terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari. Bukan berarti aku pernah berzina Ayah.” Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamku sambil berkata, ”Aku minta maaf Ayah, telah membuatmu susah”.

Saat itu juga, diangkatnya badanku.. ia hanya menangis.

Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali. Tiba-tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres denganku dan ia bertanya, ”bunda baik-baik saja kan?” tanyanya dengan penuh khawatir.

Aku pun menjawab, “bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudah mebuatku baik, Yah. Aku hanya tak bisa bicara sekarang“. Karena dia akan menikah. Aku tak mau membuat dia khawatir. Dia harus khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.

***

Setelah tiba dimasjid, ijab-qabul pun dimulai. Aku duduk diseberang suamiku.

Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu, membuat hati ini cemburu, ingin berteriak mengatakan, “Ayah jangan!!”, tapi aku ingat akan kondisiku.

Jantung ini berdebar kencang saat mendengar ijab-qabul tersebut. Begitu ijab-qabul selesai, aku menarik napas panjang. Tante Lia, tante yang baik itu, memelukku. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini. Ya… aku kuat.

Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding dipelaminan. Orang-orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku dengan tatapan sangat aneh, mungkin melihat wajahku yang selalu tersenyum, tapi dibalik itu.. hatiku menangis.

Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja. Tak mencuci kakinya. Aku sangat heran dengan perilakunya. Apa iya, dia tidak suka dengan pernikahan ini?

Sementara itu Desi disambut hangat di dalam keluarga suamiku, tak seperti aku dahulu, yang di musuhi.

Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa? Suamiku akan tidur dengan perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tahu apa yang sedang mereka lakukan didalam sana.

Sepertiga malam pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk berwudhu, lalu aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang tengah. Kudekati lalu kulihat. Masya Allah.. suamiku tak tidur dengan wanita itu, ia ternyata tidur disofa, aku duduk disofa itu sambil menghelus wajahnya yang lelah, tiba-tiba ia memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.

“Kamu datang ke sini, aku pun tahu”, ia berkata seperti itu. Aku tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail ia berkata, “maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang dengan mama, papa dan juga adik-adikku”

Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah.. apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, karena aku telah merasakan kehadirannya saat ini. Tapi.. masih bisakah engkau ijinkan aku untuk merasakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini..

Suamiku berbisik, “Bunda kok kurus?”

Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.

Aku pun berkata, “Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi?”

”Aku kangen sama kamu Bunda, aku tak mau menyakitimu lagi. Kamu sudah sering terluka oleh sikapku yang egois.” Dengan lembut suamiku menjawab seperti itu.

Lalu suamiku berkata, ”Bun, ayah minta maaf telah menelantarkan bunda.. Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalau bunda tidak tulus mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu, seperti mengejar harta ayah dan satu lagi.. ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya kalau bunda gak mau berbuat “seperti itu” dan tulisan seperti itu diberi tanda kutip (“seperti itu”). Ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung dan ayah berpikir kalau bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi oleh keluarga ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda”

Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan di dirinya, hanya karena omongan keluarganya yang tidak pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.

Aku hanya menjawab, “Aku sudah ceritakan itu kan Yah. Aku tidak pernah berzinah dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar hartamu, mengapa aku memilih kamu? Padahal banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu.“

Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian dikamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluarganya juga.

Karena aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci.

***

Keesokan harinya…

Ketika aku ingin terbangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimku sakit sekali.. aku mengalami pendarahan dan suamiku kaget bukan main, ia langsung menggendongku.

Aku pun dilarikan ke rumah sakit..

Dari kejauhan aku mendengar suara zikir suamiku..

Aku merasakan tanganku basah..

Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran.

Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan, ”Bunda, Ayah minta maaf…”

Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hatiku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku?

Aku berkata dengan suara yang lirih, ”Yah, bunda ingin pulang.. bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya, Yah..”

“Ayah jangan berubah lagi ya! Janji ya, Yah… !!! Bunda sayang banget sama Ayah.”

Tiba-tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakitnya semakin keatas, kakiku sudah tak bisa bergerak lagi.. aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku. Kulihat wajahnya yang tampan, berlinang air mata.

Sebelum mata ini tertutup, kulafazkan kalimat syahadat dan ditutup dengan kalimat tahlil.

Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku..

Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka..

Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran sampai kami menikah.

Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafasku.

Untuk Ibu mertuaku : “Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu, ketahuilah Ma.. dari dulu aku selalu berdo’a agar Mama merestui hubungan kami. Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya buktinya Ma? Mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma? Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku. Dengan Desi kau sangat baik tetapi denganku menantumu kau bersikap sebaliknya.”

***

Setelah ku buka laptop, kubaca curhatan istriku.

=====================================================

Ayah, mengapa keluargamu sangat membenciku?

Aku dihina oleh mereka ayah.

Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu?

Pernah suatu ketika aku bertemu Dian di jalan, aku menegurnya karena dia adik iparku tapi aku disambut dengan wajah ketidaksukaannya. Sangat terlihat Ayah..

Tapi ketika engkau bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti itu ayah?

Aku tak bisa berbicara tentang ini padamu, karena aku tahu kamu pasti membela adikmu, tak ada gunanya Yah..

Aku diusir dari rumah sakit.

Aku tak boleh merawat suamiku.

Aku cemburu pada Desi yang sangat akrab dengan mertuaku.

Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku.

Aku sangat marah..

Jika aku membicarakan hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Desi dan
ibunya..

Aku tak mau sakit hati lagi.

Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku..

Engkau Maha Adil..

Berilah keadilan ini padaku, Ya Allah..

Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku..

Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja-manja lagi padamu..

Aku kuat ayah dalam kesakitan ini..

Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku..

Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah..

Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu.

Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui.

Tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku.

Aku harus sadar diri.

Ayah, sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu.

Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku?

Ayah.. aku masih tak rela.

Tapi aku harus ikhlas menerimanya.

Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya.

Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku.

Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir.

Sebelum ajal ini menjemputku.

Ayah.. aku kangen ayah..

=====================================================

Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu, Bunda..

Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi di Pulau Kayu ini.

Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.

Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur.

Bunda akan selalu hidup dihati ayah.

Bunda.. Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah..

Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.

Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, hidup dalam kesendirianmu..

Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin ayah masih bisa tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus.

Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..

Bunda, kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui.

Aku menyesal telah asik dalam ke-egoanku..

Bunda.. maafkan aku.. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat di tidurmu yang panjang.

Maafkan aku, tak bisa bersikap adil dan membahagiakanmu, aku selalu meng-iyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka. Maafkan aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja.

Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana?

Apakah Bunda tetap menanti ayah disana? Tetap setia dialam sana?

Tunggulah Ayah disana Bunda..

Bisakan? Seperti Bunda menunggu ayah di sini.. Aku mohon..

Ayah Sayang Bunda..

***

Create your own banner at mybannermaker.com!